Keperluan hidup manusia adalah :
1. Makan Minum
2. Rumah
3. Kendaraan
4. Pakaian
5. Pernikahan
Para sahabat Nabi keperluannya rendah tetapi maksud hidup tinggi. Sementara kita memiliki keperluan tinggi tetapi maksud hidupnya rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keperluan, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan keperluan untuk mendapatkan maksud hidup.
Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan keperluan dan maksud hidup adalah :
1. MAKAN MINUM
Orang kafir : Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat: 15)
Orang beriman :
Makan Minum untuk beribadah agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah SAW maka akan diberi pahala oleh Allah SWT.
Makan Minum untuk Khalifah adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi SAW bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”
Makan Minum untuk dakwah, suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.
Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”
Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”
Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”
Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”
2. PAKAIAN
Orang kafir : tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.
Orang beriman :
Untuk Ibadah yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.
Untuk Khalifah yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan r.a cucu Nabi SAW. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”
Hasan r.a. menjawab,”Ya, Kenapa ?”
Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”
Hasan r.a. berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”
Untuk Dakwah, dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah SAW dan para sahabat.
3. RUMAH
Orang kafir :
Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.
Orang beriman:
Untuk ibadah, Nabi SAW bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”
Untuk Khalifah, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.
Untuk Dakwah, yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu dakwah, ta’lim, ibadah dan khidmat.
4. KENDARAAN
Orang kafir :
Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.
Orang beriman :
Untuk Ibadah, seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dll.
Untuk Khalifah, yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin
Untuk Dakwah, yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi SAW bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah SWT”
Nabi SAW juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu (1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah SWT. (2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah. (3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”
5. PERNIKAHAN
Orang kafir :
Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.
Orang beriman :
Untuk Ibadah, sesuai sabda Nabi SAW, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”
Untuk Khalifah, yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadis,”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”
Untuk Dakwah, yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.
MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN
Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan maksud yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan maksud penciptaannya. Yang mengetahui maksud hidup manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.
Maksud hidup manusia adalah
1. Manusia diciptakan untuk ibadah
“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )
2. Manusia untuk menjadi khalifah
“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )
3. Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah SAW
“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)
Jika manusia berhasil mewujudkan maksud hidupnya, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan: 20).
..::::::Dakwah is the purpose of our live::::...
^_^
blog ini di buat hanya untuk sekedar coret-coret di dunia maya. dan mengingat kan tentag apa yang pernah saya baca. isinya dari beberapa sumber. semoga bermanfaat untuk yang baca
Showing posts with label ilmu. Show all posts
Showing posts with label ilmu. Show all posts
Tuesday, September 28, 2010
Monday, September 27, 2010
Keutamaan hari jumat
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]
Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.
Amalan Mulia
Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.
Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut;
Pertama, Hari Keberkahan. Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
Kedua, Hari Dikabulkannya doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.
“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu'ah:9]
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”
,Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim. Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk." [HR. Muslim]
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat."
Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam "al-Musnad" dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
"Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata'ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata'ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam 'Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.
Etika Menyambut Hari Jumat
Mandi Jum’at [jenabat]
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jenabat biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
A. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian
Rasulullah berkata, "Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at." [HR. Bukhari]
B. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)
C. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]
D. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”
E. Memperbanyak Shalawat.
Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: "Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat." [HR. Baihaqi]
Dari Aus Radhiallahu 'anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda: "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya: "wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi." [HR, "al-Khamsah]
Mencintai Apa yang Dicintai Nabi
Rasulullah Muhammad adalah orang pilihan dan kekasih Allah SWT. Apapun amalan yang disukai Nabi adalah hal yang paling disukai Allah dan setiap amalan yang dibenci Nabi juga dimurkai Allah.
Bentuk kesungguhan kita mencintai Rasulullah Saw adalah berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh mengikuti dan meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT, وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا. Artinya, ”Apa saja yang dibawa oleh Rasul untuk kalian, ambillah, dan apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.” [QS. al-Hasyr [59]: 7]
Dalam ayat lain disebutkan, Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [Qs. Ali-Imran [3]: 31].
Karena itu, apapun yang sudah ditetapkan Nabi –termasuk memuliakan hari Jumat-- adalah sesuatu yang sudah pasti disukai Allah SWT. Sangatlah tidak pantas bagi kita sekalian mengada-adakan dan mengarang-ngarang sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dan tidak pernah dilakukan Nabi kita.
Semoga setelah ini kita ikut menjadikan dan memuliakan hari Jumat. [cak, berbagai sumber/hidayatullah.com]
Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.
Amalan Mulia
Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.
Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut;
Pertama, Hari Keberkahan. Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
Kedua, Hari Dikabulkannya doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.
“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu'ah:9]
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”
,Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim. Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk." [HR. Muslim]
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat."
Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam "al-Musnad" dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
"Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata'ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata'ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam 'Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.
Etika Menyambut Hari Jumat
Mandi Jum’at [jenabat]
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jenabat biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
A. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian
Rasulullah berkata, "Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at." [HR. Bukhari]
B. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)
C. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]
D. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”
E. Memperbanyak Shalawat.
Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: "Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat." [HR. Baihaqi]
Dari Aus Radhiallahu 'anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda: "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya: "wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi." [HR, "al-Khamsah]
Mencintai Apa yang Dicintai Nabi
Rasulullah Muhammad adalah orang pilihan dan kekasih Allah SWT. Apapun amalan yang disukai Nabi adalah hal yang paling disukai Allah dan setiap amalan yang dibenci Nabi juga dimurkai Allah.
Bentuk kesungguhan kita mencintai Rasulullah Saw adalah berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh mengikuti dan meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT, وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا. Artinya, ”Apa saja yang dibawa oleh Rasul untuk kalian, ambillah, dan apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.” [QS. al-Hasyr [59]: 7]
Dalam ayat lain disebutkan, Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [Qs. Ali-Imran [3]: 31].
Karena itu, apapun yang sudah ditetapkan Nabi –termasuk memuliakan hari Jumat-- adalah sesuatu yang sudah pasti disukai Allah SWT. Sangatlah tidak pantas bagi kita sekalian mengada-adakan dan mengarang-ngarang sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dan tidak pernah dilakukan Nabi kita.
Semoga setelah ini kita ikut menjadikan dan memuliakan hari Jumat. [cak, berbagai sumber/hidayatullah.com]
Balasan Dari Allah Swt Kepada Orang Yang Berinfak
abda Rasulullah saw : “Allah Yang Maha Berwibawa dan Maha Berkuasa berfirman : Berinfaklah wahai keturunan Adam (as), Aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Maha Menguasai kerajaan langit dan bumi dari tiada, dan Maha menciptakan segala bentuk dan benda, dan kesemuanya akan datang kepada Allah subhanahu wata'ala sebagai hamba :
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آَتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
Saat itu semua yg dilangit dan bumi akan datang kepada Allah Arrahman sebagai hamba (QS Maryam 93).
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang telah berfirman, Sebagai Sang Maha Tunggal sepanjang waktu dan zaman, yang Maha melihat segala kejadian, kesusahan, kenikmatan, perubahan kejadian yang kesemua tidak lepas dari pengawasan dari Sang Maha Pengatur, Maha mampu mengatur segala kenikmatan, berakhir dengan kesedihan dan tangis, Maha Mampu mengatur segala kesedihan berubah dan berakhir dengan kegembiraan dan ketenangan dan kebahagiaan, Maka adakah tujuan melebihi Allah, adakah kehendak kita yang tidak bisa di jalankan Allah, adakah hajat kita yang tidak bisa terselesaikan dengan bantuan Allah, barat dan timur, butuh kita mohonkan bantuan tetapi Rabbul’alamin Maha Mampu menyelesaikannya dalam sekejap, Dan Allah Maha mampu berbuat lebih cepat dari kedipan Mata, berubahlah keadaan yang hina menjadi mulia dan yang mulia menjadi hina,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah Wahai Muhammad, Wahai Allah Yang Maha memiliki Kerajaan Jagad Raya, Kau Yang memberikan kekuasaan, kepada siapa yang Kau kehendaki dan Kau Yang Mencabut kekuasaan dari yang Kau inginkan dan Kau muliakan siapa yang Kau inginkan, dan Kau hancurkan siapa yang Kau inginkan dan di dalam genggaman Mu segala kebaikan dan kesuksesan, dan Kau Maha Berkuasa Atas segala sesuatu”. (QS Ali Imran 26). kalimat ini merangkum seluruh hajat kita mulai lahir hingga wafat, hingga akhir zaman, hingga Yaumil Qiyamah.
Fahamlah bahwa Nama Nya, tidak lepas menguasai kehidupan kita sampai kita wafat, dan setiap nafas kita terus berjalan didalam kehendak Nya, Beruntung mereka yang selalu mengingat Nya, Semoga aku dan kalian selalu dalam lindungan Nya, selalu dalam kelembutan Nya, selalu dalam pengampunan Nya dan selalu dalam keindahan Nya, selalu dalam Rahmat Nya, selalu dalam anugerahnya, selalu dekat dengan Nabi yang paling di Cintai Nya, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى
“Demi bintang yang berpijar indah, berpijar-pijar dengan cahaya keindahan, ketika berpijar dengan keindahan, Hawa adalah Cinta dan Rindu”(QS Annajma 1)
Bagaimana maksudnya bintang berpijar dengan cahaya kerinduan, sebagian ahli tafsir menafsirkan makna ayat ini adalah “bintang berpijar dengan cahaya kerinduan” adalah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى
“Nabi shallallahu 'alaihi wasallam itu bukanlah membawa kesesatan, dan bukan orang yang mengacau dari ucapan yang maunya, ucapan semaunya, ucapan yang tidak bermakna”(QS Annajma 2)
Sang Nabi tidak berbicara, tidak berucap, tidak bersuara kecuali wahyu, ucapan dan suara beliau itu mewakili wahyu Ilahi bukanlah beliau diutuskan tapi Allah yang mewakilkan wahyu Nya, meluap melalui suara Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى
“dia tidak bicara dari hawa nafsunya” Bukan dari keinginannya, bukan dari kemauan pribadinya,
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
“ucapannya itu adalah wahyu yang di ucapkan oleh Allah subhanahu wata'ala ‘ diteruskan oleh lidah terindah dari semua lidah, lisan tersuci dari semua lisan, bibir termulia dari semua bibir, suara yang terpilih untuk mewakili tuntunan Ilahi, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu 'alaihi wasallam itu orang yang paling Indah suaranya, ketika bicara, ketika memberikan tausiyah dan ketika membaca Syair Qasidah, tidak ada suara yang lebih indah melebihi suara Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, suara yang membuat semua sanubari sejuk dan tenang, suara yang membuat sanubari yang gelap berubah terang benderang dengan sanubari yang bercahaya Iman, seruan dari panggilan terindah, mewakili seruan Ilahi, utusan Ilahi, orang yang diperintah oleh Allah mebawa keluhuran,
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى
“Yang diajarkan beliau itu, diajarkan oleh Jibril As, yang memiliki kekuatan dan kehebatan”,
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى
“Yang memiliki kewibawaan, kekuatan, dan kemuliaan, tapi sang Jibril As yang memiliki kekuatan yang diberi oleh Allah swt kemuliaan, kewibawaan, kedahsyatan berhenti di satu batas tidak bisa lagi meneruskan untuk melanjutkan menuju kehadhirat Allah subhanahu wata'ala. Yang paling kuat yang diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wata'ala, kekuatannya dahsyat, yang memiliki kewibawaan yang agung sampai di suatu batas dan berhenti. Tinggal sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri, namun masuklah Nabi ke batas yang belum pernah ditembus seluruh makhluk,
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى
“Dan dia (saw) di ufuk yg tertinggi" lalu ia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) mendekat dan semakin dekat bagaikan dekatnya dua kali busur panah atau lebih dekat lagi.
Bisakah kau bayangkan ada suatu tempat yang tidak bisa ditembus oleh seluruh makhluk, tidak jutaan, triliunan malaikat, tidak pula Jibril As, tidak para Nabi dan Rasul, tidak para wali dan shalihin, tidak para bintang dan seluruh makhluk tembus berhadapan dengan terbukanya 70 ribu tabir yang terbuat dari cahaya, air dan kegelapan, bukan hanya berhadapan dari kejauhan tapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan mendekat.
Allah swt yang berfirman :
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّ
“maka iapun shallallahu 'alaihi wasallam mendekat dan perlahan-lahan semakin dekat,
lalu apa?
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى
“maka ia (saw) sangat dekat bagaikan jarak dua busur atau lebih dekat”
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى
Maka diwahyukan kepada hambanya apa-apa yang ingin diwahyukan oleh Allah subhanahu wata'ala diberi wahyu langsung tidak melewati Jibril As, langsung berjumpa dengan Allah subhanahu wata'ala dan tidak satupun makhluk mampu berjumpa Allah subhanahu wata'ala sebelumnya.
Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah subhanahu wata'ala berfirman selanjutnya :
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
“Tiadalah Sang Sanubari berdusta atas apa yg dilihatnya”
Allah swt tidak mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak dusta dengan apa yang dilihatnya tapi Allah memberi satu gelar yang sangat indah kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dengan menyebutnya “Al Fuad” (Sang sanubari) “sang sanubari tidak dusta atas apa yang dilihatnya”, Allah subhanahu wata'ala menggelari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sanubari / Al Fuad, sanubari yang tidak berdusta atas apa yang dilihatnya. Sebagian ulama mengatakan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tidak melihat Allah dengan matanya tapi dengan sanubarinya yang dengan sanubari itu ia shallallahu 'alaihi wasallam melihat Allah subhanahu wata'ala dan pandangan sanubari itu jauh lebih kuat dari pandangan mata. Kalau pandangan mata kau sekarang sedang melihat jalan misalnya duduk dipinggir jalan tapi sanubarimu sedang memikirkan yang lain yang sangat kau pentingkan, orang lewat didepan mu tidak terlihat. Orang mengangkat tangan “assalamualaikum..” mungkin kupingnya tidak dengar, kenapa? Hatimu sedang konsentrasi, karena kekuatan pandangan dan pendengaran hati jauh lebih kuat dari pendengaran telinga dan penglihatan. Oleh sebab itu mata dan telinga tidak mampu mendengar dan melihat Allah swt tapi sanubari jauh lebih kuat.
Allah swt berfirman Jangan kau dustakan sanubari Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang telah melihat Allah,
أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى
“apakah kalian masih ragu atas apa yang dilihatnya?” Masya Allah, jangan ragu bahwa Allah telah bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, di wahyukan dengan wahyu-wahyu mulia.(QS Annajm 1-12)
Didalam firman lain Allah subhanahu wata'ala berfirman :
فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ، الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
Al Imam A Thabatri dan Al Iman Ibn Katsir dan lainnya menjelaskan, Makna ayat diatas :
Aku (Allah) bersumpah demi bintang yang terbit dimalam hari dan hilang di siang hari, yang setiap malamnya beredar dari satu ujung keujung lainnya, yaitu 5 bintang itu selalu beredar keujung satu, keujung lainnya dan sirna disaat terbitnya matahari
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ
“Demi malam ketika gelap gulita”,
والصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ
demi subuh ketika mulai bernafas (mulai terbit cahaya paginya)"
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22) وَلَقَدْ رَآَهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ (23) وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (24) وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (25) فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29
“Al Qur’an ini di ajarkan oleh utusan yang mulia yaitu Jibril As, yang Allah beri kekuatan oleh Sang pemilik Arsy Yang Agung, yang sangat ta’at kepada Allah dan sangat terpecaya yaitu Jibril As,Dan Teman kalian (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam) bukan orang yang tidak waras, bicaranya itu adalah kalam Ilahi,Dia telah melihat Allah di ujung ufuk timur, di ujung ufuk yang terjauh, di ufuk yang paling jelas, di ujung yang paling jelas, Dan Dia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) tidak sekedar menyangka-nyangka dengan hal-hal yang ghaib Hal Ghaib itu banyak, hal yang tidak di ketahui oleh manusia, alam Barzakh, alam ruh dan alam-alam ghaib lainya tidak diketaui oleh kita, tapi dari semua yang ghaib adakah (maksud ghaib itu tersembunyi/ kasat mata), dari semua yang tidak bisa di lihat manusia adakah yang lebih tersembunyi dari melihat Allah, ini yang tidak bisa di lihat bukan saja oleh manusia akan tetapi oleh Jin dan makhluk, maka apa yang tersembunyi atau yang ghaib dari semua yang ghaib adalah melihat Allah dan itu telah di lihat Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.Dan tidaklah beliau itu bicara dari ucapan Syaithan yang terkutuk, Rasul katakan Al Qur’an itu adalah peringatan bagi alam semesta,Bagi siapa yang diantara kalian yang ingin Istiqamah, pintu istiqamah dan keluhuranAllah telah menciptanya yaitu Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”. (Attakwir 16-29)
Allah telah berfirman :Bagi siapa diantara kalian yang mau beristiqomah (kalimat kalian itu sampai pada diriku dan diri kalian semua), bagi siapa yang mengkhendakinya diantara kalian.. Pastikan kami diantaranya ya Allah, Bagi yang mengkhendaki istiqamah di antara kalian.. Ya Allah semoga kami semua istiqamah, tapi kami ini hamba ya Allah, siapa yang tidak ingin dekat dengan Mu Rabbiy ?!siapa yang tidak ingin melihat Yang Maha Indah ?! kami melihat gunung indah, kami melihat gelombang lautan pantai indah, kami melihat tetumbuhan dan semua ciptaan Mu hanya sekali yang indah mempesona di mata kami, bagaimana kami tidak ingin melihat Mu Yang Maha indah wahai Rabbiy, hanya kami mengadu dengan dosa-dosa kami, ya apa pantas mata pendosa melihat Mu yang Maha Indah, namun mata yang rindu kepada Allah akan di beri kesempatan melihat Nya.
Ketika Orang-orang telah masuk Surga diantara mereka masih belum di perlihatkan keindahan Allah, mereka masih murung, mereka tidak senang dengan segala istana2 kemegahan dengan segala keindahannya, ditanya kepada malaikat :“kenapa kalian masih murung?”Maka berkata mereka :“kami belum melihat Allah” Nikmat terbesar melihat Allah, maka Allah subhanahu wata'ala berkata :“malaikatku kenapa kalian tutup mata mereka dari melihat Ku?”“Wahai Allah mata mereka penuh dosa, sering melihat hal-hal yang haram, mata seperti itu tidak pantas melihat keindahan Mu wahai Allah, mereka sudah masuk surga, sudah Kau beri anugerah yang besar, masa iya pantas mata yang penuh dosa itu melihat Mu” Allah berkata :“tapi dahulu mata mereka pernah menangis rindu ingin melihat Ku, buka tabir agar mereka bisa melihatku, mereka pernah mengalirkan air mata, matanya rindu ingin melihat Ku”
Dalam hadits qudsiy riwayat shahih Bukhari :“barang siapa yang rindu jumpa dengan Allah, Allah rindu jumpa dengan Nya” Jika saat ini kau rindu dengan Allah, saat ini Allah sedang rindu kepadamu, makin ingin Kau melihat Allah, makin ingin Allah jumpa denganmu, dan hari-harimu akan di buat semakin indah dan mulia karena engkau adalah hamba di muka bumi yang di rindukan Allah.
Hadirin hadirat, orang yang terakhir keluar dari api neraka sudah ratusan ribu, barang kali miliyaran tahun di dalam Neraka, ini Allah berkata “Orang yang di Neraka itu kuliatnya hangus, badan diganti dengan kulitnya yang baru biar merasakan siksaan yang pedih karena menolak cinta Allah, mereka terus diganti dengan kulit yang baru, hangus beberapa detik ganti kulit yang baru dan terus merasakan kepedihan siksa Neraka dan mereka keluar dari Neraka diantara yang terakhir penuh jeritan, penuh derita yang belum pernah di derita oleh makhluk manapun, terus terpanggang dan di goreng dalam api yang demikian dahsyat beribu-ribu tahun bukan satu dua minggu, ketika dia dihadapkan kepada Allah, lalu Allah memerintahkan malaikat memandikannya dengan air kehidupan di riwayatkan didalam Shahih Bukhari dimandikan dengan air danau kehidupan dari danau kehidupan, kembali lagi tubuhnya yang sudah hangus dan hancur menjadi baik, di beri pakaian-pakaian surga, lalu menghadap Allah (orang yang terakhir, yang paling lama di siksa) lalu dia dibukakan hijab dan tabir untuk melihat keindahan Allah,
Allah bertanya :“hamba Ku, berapa lama kau di neraka?” hamba yang paling lama di Neraka itu menjawab :“aku tidak pernah ingat masuk Neraka wahai Allah” Lupa dengan melihat keindahan Allah, lupa dengan miliyaran tahun menjerit, menggelepar, melolong karena kesakitan, lupa dengan sekejap ketika melihat keindahan Mu ya Allah, hilang semua sakitnya, hilang semua ingatan akan pedihnya, karena gembira dan karena indahnya Allah, masihkah jiwamu belum rindu ingin melihat Nya ?
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Al Ihsan adalah beribadah seakan kau melihat Allah, jika kau tidak mampu melihat Allah, ketahuilah Allah melihatmu” (Shahih Bukhari), sekarang Allah melihat kita dan hati kita, betapa senangnya Allah ketika melihat hatimu sedang rindu kepada Nya, detik ini Allah sedang rindu kepadamu,“hambaku penasaran ingin melihat keindahan Ku, akan Ku tunjukan keindahan Ku”
Wahai Rabbiy Kami tidak mampu menanti waktu yang lama untuk memandang keindahan Mu, maka paling tidak beri kami percikan rahasia keindahan Mu dalam kehidupan ini, agar kami tenang dan tidak terganggu dengan dunia untuk merindukan Mu, saat kami ingin rindu dan merindukan Mu, saat akan berdzikir, datang kesulitan dunia, masalah ini dan itu, memikirkan ini dan itu pada Mu singkirkan seluruh masalah agar kami bisa tenang dan santai dalam dzikir merindukan Mu ya Allah.
Pegang diri kita dan bimbing diri kita pada Allah dengan urusan-urusan sayap nyamuk, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “dunia di mata Allah tidak melebih dari sebuah sayap nyamuk”maka Rabbiy urusan sayap nyamuk selalu mengganggu kami dan rindu kami pada Mu, urusan dunia ini kami terpenjara untuk melihat keindahan Mu,
Rabbiy beri kami kemudahan, dan tuntunan-tuntunan Ilahi, menyingkirkan segala kesulitan dan kesedihan, biarkan hari-hari kami bercahaya dengan rindu kepada Mu dengan kehidupan yang tenang dan penuh kemudahan.
Kenapa minta kemudahan di dunia?Bukankah musibah harus datang di dunia, karena dunia bukan Surga,Rabbiy kami tidak butuh dunia dan tidak butuh Surga, kami butuh rindu kepada Mu, di Surga atau di dunia maka jangan tambahkan kesulitan kami dengan hati yang sudah terbakar dengan kerinduan ingin melihat Mu, Kau tambah pula dengan halangan-halangan masalah dunia di dunia ini, permudahlah, paling tidak kami bisa lebih Khusyu merindukan Mu ya Rabb.
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam riwayat Hadits Bukhari kit abaca bersama-sama :
قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ (صحيح البخاري)
Allah subhanahu wata'ala berfirman :“Wahai keturunan Adam, berinfaklah maka aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
Hadirin hadirat ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :“Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”kapan itu akan terjadi? Sebentar saya akan jelaskan,Maka Rasul berkata “Orang-orang semuanya makmur pemikil harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, “aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya”Janji Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Kapan waktu itu muncul ?Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal.
Hadirin hadirat, apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam, apa ciri-ciri kebangkitan Islam? Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua.
9 juli dihadapan kita malam isra’ mi’raj dzikir jalaalah insya Allah dihadiri lebih dari 1 juta pemuda muslimin muslimat, 17 juni sukses, maulid sukses, acara-acara sebelumnya sukses, 9 juli ini malam isra’ mi’raj semoga sukses, belum selesai dengan 9 juli kita tidak puas untuk mempercepat munculnya kemakmuran dengan terus menggerakkan para pemuda untuk semakin dekat kepada Allah dan sunnah, 24 juli di bulan yang sama malam nisfu sya’ban insya Allah juga di monas dihadiri lebih banyak lagi muslimin. 9 juli yang kira-kira 10 atau 11 hari lagi, dari 9 juli ke 24 juli Cuma jarak 15 hari dalam 15 hari aku dan kalian bertugas untuk mensukseskan acara ini demi cepat munculnya kemakmuran bagi kita, dan semakin jauhnya kemarahan Allah subhanahu wata'ala, dan kemurkaan Allah subhanahu wata'ala. kalau sudah pemuda pemudi bangkit untuk mengikuti sunnah secara baik tentunya dengan damai, bukan dengan kekerasan itu tanda kemakmuran muncul di muka bumi itu janji Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kita bertanya dunia ini luas tapi jantung dunia islam adalah Jakarta, Haramain, Makkah dan Madinah dan Masjidil Aqsa telah dikuasai oleh kedhaliman bukan hanya Palestina Tapi makkah dan madinah pun orang sampai tidak boleh menghadap maqam Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, orang yang berdoa pada maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dikatakan musyrik, kalau dia hadap ke wc tidak dikatakan musyrik, dia hadapan maqamnya Rasulullah yang disitu jasad tersuci dikatakan musyrik menghadap kiblat. Kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, siapa yang bilang ? bukan munzir yang bilang, Allah.
Allah subhanahu wata'ala barfirman :
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ …
Sungguh Allah Swt melihat hati mu yang sudah ragu (dengan kiblat ke Masjidil Aqso), (Allah subhanahu wata'ala melihat kau ingin mengarahkan kiblat ke tempat yang lain), kami mengizinkan mu merubah kiblat pada kiblat yang kau kehendaki, (maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menghadap ke makkah al mukaramah ka’bah al musyarofah) Maka turun lagi ayat melanjutkan : “maka Hadapkan kiblat mu mulai sekarang ke masjidil haram” (QS Al Bqarah 144)kita tidak menyembah ka’bah, kita menyembah Allah tapi arah kiblat terserah para Nabi Nabi di masanya, semua Nabi kebanyakan kiblatnya ke Palestina, dari Muhammad juga ke Palestina, 17 bulan riwayat shahih bukhari bahwa kiblat ini mengarah ke Palestina, lalu Rasul Saw ingin kiblat ke makkah, Allah pindahkan ke Makkah.namun hadirin hadirat kita harus ingat kota madinah dan kota makkah ini sekarang di kuasai oleh kekuasaan yang memusyrikan orang-orang yang mencintai Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tapi mereka masih muslimin, jangan panas-panas dulu ini majelis bukan memancing emosi, maksud saya Madinah Makkah lebih berhak di benahi sebelum Palestina, madinah itu tempat jasadnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, berani kalian menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kalian akan dipukul ini Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam datang jauh jauh dari Indonesia beli tiket puluhan juta, menghadap kiblat, menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, hadap ke barat, hadap ke timur siapa yang berani ngelarang doa mengadap kemanapun semua doa adalah untuk Allah, kita tidak berdoa kepada jasad, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, Cuma karena rindu ingin melihat maqam sang Nabi datang dari jauh-jauh dipukul dan di usir, pergi dan musyrik menghadap ke kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,tapi mereka muslimin itu penduduk makkah, madinah yang menguasai makkah, madinah muslimin, jadi tidak seperti palestina, kalau palestina kan yahudi non muslim, tapi muslimin yang sudah di isyaratkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sudah tau tempatnya madinah dan makkah akan menjadi seperti itu, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dirwiyatkan pada Shahih Bukhari : aku tidak takut syirik menimpa kalian, maka kultus, ziarah syirik, tawasul syirik, Rasul sudah jawab aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, apa yang di takuti Rasul ? yang ku takuti kalian saling hantam perebutkan harta jawaban untuk penduduk makkah dan madinah dan negerinya, apa ? Allah tidak takut kemusyrikan-kemusyrikan yang kalian takutkan,Rasul sudah katakan: “aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang ku takutkan kalian perebutan harta” br/> bawa pasukan 5000, 50.000 dari amerika serikat, pasukan non muslim masuk ke negerinya untuk menghantam muslimin sendiri, dibayarkah orang-orang non muslim untuk menghantam muslim sendiri demi minyak dan demi harta, ini yang ditakutkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. “aku takut kalian saling hantam karna untuk memperebutkan harta” demi minyak dan harta mereka menyewa orang-orang non muslim dengan senjatanya masuk ke Haramain, makkah dan madinah juga untuk menghancurkan saudara musliminnya demi harta, ini yang ditakutkan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin kalau bicara Palestina ya Palestina biasa kita benahi mudah mudahan terbenahi, tapi juga Makkah dan Madinah jangan lupakan karena juga perlu dibenahi, tapi sebelum itu semua diri kita benahi dulu, bangsa kita, kota kita ini acara-acara akbar bukan acara-acara kosong ini jantungnya dunia, negeri muslimin terbesar, jantung dunia adalah Indonesia dan Indonesia ini ibu kotanya Jakarta dan di pulau jawa ini adalah jantungnya habaib di dunia, kenapa jumlah habaib di dunia ini paling banyak di pulau jawa lebih banyak dari hadhramaut, juga para kiyai dan ulama paling banyak di Indonesia lebih dari negeri lainnya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah jadi jantung kekuatan islam ada di Indonesia pusatnya di Jakarta, dan Jakarta semoga terus bangkit. Kita tidak puas kalau 1 juta yang hadir, kita pengen 2 juta yang hadir, sudah 2 juta yang hadir, 3 juta yang hadir di jantung muslimin terbesar di muka bumi, ini yang harus kita benahi dan kita pentingkan.
Allah berfirman dalam hadits qudsiy sebagaimana hadits diatas :“Berinfaklah wahai keturunan adam, Aku akan berinfak pada kalian” ucapan ini tidak perlu saya sarahkan karna sudah kalian pahami, Cuma kita berdoa ‘Wahai Rabbiy kami berinfak kepada orang-orang dari saudara-saudara kami dan engkau “kami bersedekah kepada saudara saudara kami, dan Engkau juga jauh lebih berhak bersedekah kepada kami, karena kami miskin dihadapan Mu, orang terkayapun miskin di hadapan Allah, kita bersedekah tapi kita minta pada yang Maha kaya karena dihadapan yang Maha kaya kita juga orang miskin, kita berinfaq kita minta pada yang Maha kaya berinfak kepada kita, bukan kaya dengan harta tapi dengan permohonan, kemudahan, pemgampunan, rahmat, kasih sayang, hidayah husnul khatimah dari semua yang kita minta.
Hadirin hadirat kita bermunajat kepada Allah Swt sekaligus mendoakan fadhilatussayyid syeckh Muhammad bin Abdullah dari sidney hadir malam ini dan beliau akan berangkat malam ini juga pukul 00.40 keberangkatan pesawatnya dari bandara soekarno hatta, beliau berangkat dengan istri beliau dan bersama istri saya dan anak-anak, mereka tinggal kira-kira 2 bulan disana, saya tetap disini sebenernya hati yang sangat rindu kepada guru mulia ingin jumpa namun acara-acara kita 2 acara akbar di bulan juli ini saya tidak bisa meninggalkan Jakarta, namun karena 3 juli saya mungkin kesingapore hadir haul sekaligus pengobatan insya Allah sorenya sudah pulang karena saya tidak bisa berobat dengan pengobatan yang diminta oleh bagian kedokteran di Indonesia sudah tidak bisa lagi diobati pengobatannya masih kurang yang di tawarkan adalah 1 bulan penuh dalam koma dan saya tidak bisa menerima tawaran itu kalau 1 bulan koma berarti 30 hari yang harus saya korbankan lebih baik bertahan saja semampunya, jadi mohon maaf kalau semalam saya tidak hadir majelis, kemarin malam, berapa malam dalam beberapa minggu tidak hadir majelis, mohon doanya semoga acara kita semakin hari semakin sukses, tanggal 9 sukses, malam isra’ mi’raj dan juga malam 24, tanggal 24 malam 25, malam nisfu sya’ban, bulan juli juga malam selasa malam nishfu sya’ban, bukan disini tidak cukup kalau disini, mau sampe masa kepancoran, insya Allah dimonas tidak ada tempat lain dijakarta lebih luas dari monas, kemarin yang hadir dilaporkan lebih dari, yang hadir di maulid, berarti lebih dari 1 juta muslimin yang hadir itu.
Hadirin hadirat kita turut berpartisipasi dengan segala kemampuan kita :“ Berinfaklah Allah akan berinfak pada kalian” Berinfak itu bukan hanya dengan uang, biasa dengan doa, bisa dengan kepedulian, biasa dengan bantuan lainnya berupa tekhnisi dan lain sebagainya, yang punya mobil ajak teman- temannya, yang punya truk pinjamkan truknya untuk bawa masa demikian.
Hadirin hadirat kita berterima kasih juga kepada polda metro jaya dari Polres, dari Polsek yang turut mengamankan, semoga di amankan oleh Allah subhanahu wata'ala, para Habaib yang mendukung acara-acara kita yang hadir di sini semoga dalam Rahmat dan keberkahan Allah subhanahu wata'ala.
Kita bermunajat kepada Allah agar Allah berinfak kepada kita, dengan segala anugerah yang jauh lebih luas
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
<span>Ucapkanlah bersama-sama</span>
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Maha Menguasai kerajaan langit dan bumi dari tiada, dan Maha menciptakan segala bentuk dan benda, dan kesemuanya akan datang kepada Allah subhanahu wata'ala sebagai hamba :
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آَتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
Saat itu semua yg dilangit dan bumi akan datang kepada Allah Arrahman sebagai hamba (QS Maryam 93).
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang telah berfirman, Sebagai Sang Maha Tunggal sepanjang waktu dan zaman, yang Maha melihat segala kejadian, kesusahan, kenikmatan, perubahan kejadian yang kesemua tidak lepas dari pengawasan dari Sang Maha Pengatur, Maha mampu mengatur segala kenikmatan, berakhir dengan kesedihan dan tangis, Maha Mampu mengatur segala kesedihan berubah dan berakhir dengan kegembiraan dan ketenangan dan kebahagiaan, Maka adakah tujuan melebihi Allah, adakah kehendak kita yang tidak bisa di jalankan Allah, adakah hajat kita yang tidak bisa terselesaikan dengan bantuan Allah, barat dan timur, butuh kita mohonkan bantuan tetapi Rabbul’alamin Maha Mampu menyelesaikannya dalam sekejap, Dan Allah Maha mampu berbuat lebih cepat dari kedipan Mata, berubahlah keadaan yang hina menjadi mulia dan yang mulia menjadi hina,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah Wahai Muhammad, Wahai Allah Yang Maha memiliki Kerajaan Jagad Raya, Kau Yang memberikan kekuasaan, kepada siapa yang Kau kehendaki dan Kau Yang Mencabut kekuasaan dari yang Kau inginkan dan Kau muliakan siapa yang Kau inginkan, dan Kau hancurkan siapa yang Kau inginkan dan di dalam genggaman Mu segala kebaikan dan kesuksesan, dan Kau Maha Berkuasa Atas segala sesuatu”. (QS Ali Imran 26). kalimat ini merangkum seluruh hajat kita mulai lahir hingga wafat, hingga akhir zaman, hingga Yaumil Qiyamah.
Fahamlah bahwa Nama Nya, tidak lepas menguasai kehidupan kita sampai kita wafat, dan setiap nafas kita terus berjalan didalam kehendak Nya, Beruntung mereka yang selalu mengingat Nya, Semoga aku dan kalian selalu dalam lindungan Nya, selalu dalam kelembutan Nya, selalu dalam pengampunan Nya dan selalu dalam keindahan Nya, selalu dalam Rahmat Nya, selalu dalam anugerahnya, selalu dekat dengan Nabi yang paling di Cintai Nya, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى
“Demi bintang yang berpijar indah, berpijar-pijar dengan cahaya keindahan, ketika berpijar dengan keindahan, Hawa adalah Cinta dan Rindu”(QS Annajma 1)
Bagaimana maksudnya bintang berpijar dengan cahaya kerinduan, sebagian ahli tafsir menafsirkan makna ayat ini adalah “bintang berpijar dengan cahaya kerinduan” adalah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى
“Nabi shallallahu 'alaihi wasallam itu bukanlah membawa kesesatan, dan bukan orang yang mengacau dari ucapan yang maunya, ucapan semaunya, ucapan yang tidak bermakna”(QS Annajma 2)
Sang Nabi tidak berbicara, tidak berucap, tidak bersuara kecuali wahyu, ucapan dan suara beliau itu mewakili wahyu Ilahi bukanlah beliau diutuskan tapi Allah yang mewakilkan wahyu Nya, meluap melalui suara Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى
“dia tidak bicara dari hawa nafsunya” Bukan dari keinginannya, bukan dari kemauan pribadinya,
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
“ucapannya itu adalah wahyu yang di ucapkan oleh Allah subhanahu wata'ala ‘ diteruskan oleh lidah terindah dari semua lidah, lisan tersuci dari semua lisan, bibir termulia dari semua bibir, suara yang terpilih untuk mewakili tuntunan Ilahi, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu 'alaihi wasallam itu orang yang paling Indah suaranya, ketika bicara, ketika memberikan tausiyah dan ketika membaca Syair Qasidah, tidak ada suara yang lebih indah melebihi suara Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, suara yang membuat semua sanubari sejuk dan tenang, suara yang membuat sanubari yang gelap berubah terang benderang dengan sanubari yang bercahaya Iman, seruan dari panggilan terindah, mewakili seruan Ilahi, utusan Ilahi, orang yang diperintah oleh Allah mebawa keluhuran,
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى
“Yang diajarkan beliau itu, diajarkan oleh Jibril As, yang memiliki kekuatan dan kehebatan”,
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى
“Yang memiliki kewibawaan, kekuatan, dan kemuliaan, tapi sang Jibril As yang memiliki kekuatan yang diberi oleh Allah swt kemuliaan, kewibawaan, kedahsyatan berhenti di satu batas tidak bisa lagi meneruskan untuk melanjutkan menuju kehadhirat Allah subhanahu wata'ala. Yang paling kuat yang diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wata'ala, kekuatannya dahsyat, yang memiliki kewibawaan yang agung sampai di suatu batas dan berhenti. Tinggal sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri, namun masuklah Nabi ke batas yang belum pernah ditembus seluruh makhluk,
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى
“Dan dia (saw) di ufuk yg tertinggi" lalu ia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) mendekat dan semakin dekat bagaikan dekatnya dua kali busur panah atau lebih dekat lagi.
Bisakah kau bayangkan ada suatu tempat yang tidak bisa ditembus oleh seluruh makhluk, tidak jutaan, triliunan malaikat, tidak pula Jibril As, tidak para Nabi dan Rasul, tidak para wali dan shalihin, tidak para bintang dan seluruh makhluk tembus berhadapan dengan terbukanya 70 ribu tabir yang terbuat dari cahaya, air dan kegelapan, bukan hanya berhadapan dari kejauhan tapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan mendekat.
Allah swt yang berfirman :
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّ
“maka iapun shallallahu 'alaihi wasallam mendekat dan perlahan-lahan semakin dekat,
lalu apa?
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى
“maka ia (saw) sangat dekat bagaikan jarak dua busur atau lebih dekat”
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى
Maka diwahyukan kepada hambanya apa-apa yang ingin diwahyukan oleh Allah subhanahu wata'ala diberi wahyu langsung tidak melewati Jibril As, langsung berjumpa dengan Allah subhanahu wata'ala dan tidak satupun makhluk mampu berjumpa Allah subhanahu wata'ala sebelumnya.
Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah subhanahu wata'ala berfirman selanjutnya :
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
“Tiadalah Sang Sanubari berdusta atas apa yg dilihatnya”
Allah swt tidak mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak dusta dengan apa yang dilihatnya tapi Allah memberi satu gelar yang sangat indah kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dengan menyebutnya “Al Fuad” (Sang sanubari) “sang sanubari tidak dusta atas apa yang dilihatnya”, Allah subhanahu wata'ala menggelari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sanubari / Al Fuad, sanubari yang tidak berdusta atas apa yang dilihatnya. Sebagian ulama mengatakan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tidak melihat Allah dengan matanya tapi dengan sanubarinya yang dengan sanubari itu ia shallallahu 'alaihi wasallam melihat Allah subhanahu wata'ala dan pandangan sanubari itu jauh lebih kuat dari pandangan mata. Kalau pandangan mata kau sekarang sedang melihat jalan misalnya duduk dipinggir jalan tapi sanubarimu sedang memikirkan yang lain yang sangat kau pentingkan, orang lewat didepan mu tidak terlihat. Orang mengangkat tangan “assalamualaikum..” mungkin kupingnya tidak dengar, kenapa? Hatimu sedang konsentrasi, karena kekuatan pandangan dan pendengaran hati jauh lebih kuat dari pendengaran telinga dan penglihatan. Oleh sebab itu mata dan telinga tidak mampu mendengar dan melihat Allah swt tapi sanubari jauh lebih kuat.
Allah swt berfirman Jangan kau dustakan sanubari Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang telah melihat Allah,
أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى
“apakah kalian masih ragu atas apa yang dilihatnya?” Masya Allah, jangan ragu bahwa Allah telah bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, di wahyukan dengan wahyu-wahyu mulia.(QS Annajm 1-12)
Didalam firman lain Allah subhanahu wata'ala berfirman :
فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ، الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
Al Imam A Thabatri dan Al Iman Ibn Katsir dan lainnya menjelaskan, Makna ayat diatas :
Aku (Allah) bersumpah demi bintang yang terbit dimalam hari dan hilang di siang hari, yang setiap malamnya beredar dari satu ujung keujung lainnya, yaitu 5 bintang itu selalu beredar keujung satu, keujung lainnya dan sirna disaat terbitnya matahari
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ
“Demi malam ketika gelap gulita”,
والصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ
demi subuh ketika mulai bernafas (mulai terbit cahaya paginya)"
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22) وَلَقَدْ رَآَهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ (23) وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (24) وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (25) فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29
“Al Qur’an ini di ajarkan oleh utusan yang mulia yaitu Jibril As, yang Allah beri kekuatan oleh Sang pemilik Arsy Yang Agung, yang sangat ta’at kepada Allah dan sangat terpecaya yaitu Jibril As,Dan Teman kalian (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam) bukan orang yang tidak waras, bicaranya itu adalah kalam Ilahi,Dia telah melihat Allah di ujung ufuk timur, di ujung ufuk yang terjauh, di ufuk yang paling jelas, di ujung yang paling jelas, Dan Dia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) tidak sekedar menyangka-nyangka dengan hal-hal yang ghaib Hal Ghaib itu banyak, hal yang tidak di ketahui oleh manusia, alam Barzakh, alam ruh dan alam-alam ghaib lainya tidak diketaui oleh kita, tapi dari semua yang ghaib adakah (maksud ghaib itu tersembunyi/ kasat mata), dari semua yang tidak bisa di lihat manusia adakah yang lebih tersembunyi dari melihat Allah, ini yang tidak bisa di lihat bukan saja oleh manusia akan tetapi oleh Jin dan makhluk, maka apa yang tersembunyi atau yang ghaib dari semua yang ghaib adalah melihat Allah dan itu telah di lihat Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.Dan tidaklah beliau itu bicara dari ucapan Syaithan yang terkutuk, Rasul katakan Al Qur’an itu adalah peringatan bagi alam semesta,Bagi siapa yang diantara kalian yang ingin Istiqamah, pintu istiqamah dan keluhuranAllah telah menciptanya yaitu Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”. (Attakwir 16-29)
Allah telah berfirman :Bagi siapa diantara kalian yang mau beristiqomah (kalimat kalian itu sampai pada diriku dan diri kalian semua), bagi siapa yang mengkhendakinya diantara kalian.. Pastikan kami diantaranya ya Allah, Bagi yang mengkhendaki istiqamah di antara kalian.. Ya Allah semoga kami semua istiqamah, tapi kami ini hamba ya Allah, siapa yang tidak ingin dekat dengan Mu Rabbiy ?!siapa yang tidak ingin melihat Yang Maha Indah ?! kami melihat gunung indah, kami melihat gelombang lautan pantai indah, kami melihat tetumbuhan dan semua ciptaan Mu hanya sekali yang indah mempesona di mata kami, bagaimana kami tidak ingin melihat Mu Yang Maha indah wahai Rabbiy, hanya kami mengadu dengan dosa-dosa kami, ya apa pantas mata pendosa melihat Mu yang Maha Indah, namun mata yang rindu kepada Allah akan di beri kesempatan melihat Nya.
Ketika Orang-orang telah masuk Surga diantara mereka masih belum di perlihatkan keindahan Allah, mereka masih murung, mereka tidak senang dengan segala istana2 kemegahan dengan segala keindahannya, ditanya kepada malaikat :“kenapa kalian masih murung?”Maka berkata mereka :“kami belum melihat Allah” Nikmat terbesar melihat Allah, maka Allah subhanahu wata'ala berkata :“malaikatku kenapa kalian tutup mata mereka dari melihat Ku?”“Wahai Allah mata mereka penuh dosa, sering melihat hal-hal yang haram, mata seperti itu tidak pantas melihat keindahan Mu wahai Allah, mereka sudah masuk surga, sudah Kau beri anugerah yang besar, masa iya pantas mata yang penuh dosa itu melihat Mu” Allah berkata :“tapi dahulu mata mereka pernah menangis rindu ingin melihat Ku, buka tabir agar mereka bisa melihatku, mereka pernah mengalirkan air mata, matanya rindu ingin melihat Ku”
Dalam hadits qudsiy riwayat shahih Bukhari :“barang siapa yang rindu jumpa dengan Allah, Allah rindu jumpa dengan Nya” Jika saat ini kau rindu dengan Allah, saat ini Allah sedang rindu kepadamu, makin ingin Kau melihat Allah, makin ingin Allah jumpa denganmu, dan hari-harimu akan di buat semakin indah dan mulia karena engkau adalah hamba di muka bumi yang di rindukan Allah.
Hadirin hadirat, orang yang terakhir keluar dari api neraka sudah ratusan ribu, barang kali miliyaran tahun di dalam Neraka, ini Allah berkata “Orang yang di Neraka itu kuliatnya hangus, badan diganti dengan kulitnya yang baru biar merasakan siksaan yang pedih karena menolak cinta Allah, mereka terus diganti dengan kulit yang baru, hangus beberapa detik ganti kulit yang baru dan terus merasakan kepedihan siksa Neraka dan mereka keluar dari Neraka diantara yang terakhir penuh jeritan, penuh derita yang belum pernah di derita oleh makhluk manapun, terus terpanggang dan di goreng dalam api yang demikian dahsyat beribu-ribu tahun bukan satu dua minggu, ketika dia dihadapkan kepada Allah, lalu Allah memerintahkan malaikat memandikannya dengan air kehidupan di riwayatkan didalam Shahih Bukhari dimandikan dengan air danau kehidupan dari danau kehidupan, kembali lagi tubuhnya yang sudah hangus dan hancur menjadi baik, di beri pakaian-pakaian surga, lalu menghadap Allah (orang yang terakhir, yang paling lama di siksa) lalu dia dibukakan hijab dan tabir untuk melihat keindahan Allah,
Allah bertanya :“hamba Ku, berapa lama kau di neraka?” hamba yang paling lama di Neraka itu menjawab :“aku tidak pernah ingat masuk Neraka wahai Allah” Lupa dengan melihat keindahan Allah, lupa dengan miliyaran tahun menjerit, menggelepar, melolong karena kesakitan, lupa dengan sekejap ketika melihat keindahan Mu ya Allah, hilang semua sakitnya, hilang semua ingatan akan pedihnya, karena gembira dan karena indahnya Allah, masihkah jiwamu belum rindu ingin melihat Nya ?
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Al Ihsan adalah beribadah seakan kau melihat Allah, jika kau tidak mampu melihat Allah, ketahuilah Allah melihatmu” (Shahih Bukhari), sekarang Allah melihat kita dan hati kita, betapa senangnya Allah ketika melihat hatimu sedang rindu kepada Nya, detik ini Allah sedang rindu kepadamu,“hambaku penasaran ingin melihat keindahan Ku, akan Ku tunjukan keindahan Ku”
Wahai Rabbiy Kami tidak mampu menanti waktu yang lama untuk memandang keindahan Mu, maka paling tidak beri kami percikan rahasia keindahan Mu dalam kehidupan ini, agar kami tenang dan tidak terganggu dengan dunia untuk merindukan Mu, saat kami ingin rindu dan merindukan Mu, saat akan berdzikir, datang kesulitan dunia, masalah ini dan itu, memikirkan ini dan itu pada Mu singkirkan seluruh masalah agar kami bisa tenang dan santai dalam dzikir merindukan Mu ya Allah.
Pegang diri kita dan bimbing diri kita pada Allah dengan urusan-urusan sayap nyamuk, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “dunia di mata Allah tidak melebih dari sebuah sayap nyamuk”maka Rabbiy urusan sayap nyamuk selalu mengganggu kami dan rindu kami pada Mu, urusan dunia ini kami terpenjara untuk melihat keindahan Mu,
Rabbiy beri kami kemudahan, dan tuntunan-tuntunan Ilahi, menyingkirkan segala kesulitan dan kesedihan, biarkan hari-hari kami bercahaya dengan rindu kepada Mu dengan kehidupan yang tenang dan penuh kemudahan.
Kenapa minta kemudahan di dunia?Bukankah musibah harus datang di dunia, karena dunia bukan Surga,Rabbiy kami tidak butuh dunia dan tidak butuh Surga, kami butuh rindu kepada Mu, di Surga atau di dunia maka jangan tambahkan kesulitan kami dengan hati yang sudah terbakar dengan kerinduan ingin melihat Mu, Kau tambah pula dengan halangan-halangan masalah dunia di dunia ini, permudahlah, paling tidak kami bisa lebih Khusyu merindukan Mu ya Rabb.
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam riwayat Hadits Bukhari kit abaca bersama-sama :
قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ (صحيح البخاري)
Allah subhanahu wata'ala berfirman :“Wahai keturunan Adam, berinfaklah maka aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
Hadirin hadirat ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :“Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”kapan itu akan terjadi? Sebentar saya akan jelaskan,Maka Rasul berkata “Orang-orang semuanya makmur pemikil harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, “aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya”Janji Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Kapan waktu itu muncul ?Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal.
Hadirin hadirat, apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam, apa ciri-ciri kebangkitan Islam? Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua.
9 juli dihadapan kita malam isra’ mi’raj dzikir jalaalah insya Allah dihadiri lebih dari 1 juta pemuda muslimin muslimat, 17 juni sukses, maulid sukses, acara-acara sebelumnya sukses, 9 juli ini malam isra’ mi’raj semoga sukses, belum selesai dengan 9 juli kita tidak puas untuk mempercepat munculnya kemakmuran dengan terus menggerakkan para pemuda untuk semakin dekat kepada Allah dan sunnah, 24 juli di bulan yang sama malam nisfu sya’ban insya Allah juga di monas dihadiri lebih banyak lagi muslimin. 9 juli yang kira-kira 10 atau 11 hari lagi, dari 9 juli ke 24 juli Cuma jarak 15 hari dalam 15 hari aku dan kalian bertugas untuk mensukseskan acara ini demi cepat munculnya kemakmuran bagi kita, dan semakin jauhnya kemarahan Allah subhanahu wata'ala, dan kemurkaan Allah subhanahu wata'ala. kalau sudah pemuda pemudi bangkit untuk mengikuti sunnah secara baik tentunya dengan damai, bukan dengan kekerasan itu tanda kemakmuran muncul di muka bumi itu janji Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kita bertanya dunia ini luas tapi jantung dunia islam adalah Jakarta, Haramain, Makkah dan Madinah dan Masjidil Aqsa telah dikuasai oleh kedhaliman bukan hanya Palestina Tapi makkah dan madinah pun orang sampai tidak boleh menghadap maqam Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, orang yang berdoa pada maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dikatakan musyrik, kalau dia hadap ke wc tidak dikatakan musyrik, dia hadapan maqamnya Rasulullah yang disitu jasad tersuci dikatakan musyrik menghadap kiblat. Kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, siapa yang bilang ? bukan munzir yang bilang, Allah.
Allah subhanahu wata'ala barfirman :
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ …
Sungguh Allah Swt melihat hati mu yang sudah ragu (dengan kiblat ke Masjidil Aqso), (Allah subhanahu wata'ala melihat kau ingin mengarahkan kiblat ke tempat yang lain), kami mengizinkan mu merubah kiblat pada kiblat yang kau kehendaki, (maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menghadap ke makkah al mukaramah ka’bah al musyarofah) Maka turun lagi ayat melanjutkan : “maka Hadapkan kiblat mu mulai sekarang ke masjidil haram” (QS Al Bqarah 144)kita tidak menyembah ka’bah, kita menyembah Allah tapi arah kiblat terserah para Nabi Nabi di masanya, semua Nabi kebanyakan kiblatnya ke Palestina, dari Muhammad juga ke Palestina, 17 bulan riwayat shahih bukhari bahwa kiblat ini mengarah ke Palestina, lalu Rasul Saw ingin kiblat ke makkah, Allah pindahkan ke Makkah.namun hadirin hadirat kita harus ingat kota madinah dan kota makkah ini sekarang di kuasai oleh kekuasaan yang memusyrikan orang-orang yang mencintai Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tapi mereka masih muslimin, jangan panas-panas dulu ini majelis bukan memancing emosi, maksud saya Madinah Makkah lebih berhak di benahi sebelum Palestina, madinah itu tempat jasadnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, berani kalian menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kalian akan dipukul ini Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam datang jauh jauh dari Indonesia beli tiket puluhan juta, menghadap kiblat, menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, hadap ke barat, hadap ke timur siapa yang berani ngelarang doa mengadap kemanapun semua doa adalah untuk Allah, kita tidak berdoa kepada jasad, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, Cuma karena rindu ingin melihat maqam sang Nabi datang dari jauh-jauh dipukul dan di usir, pergi dan musyrik menghadap ke kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,tapi mereka muslimin itu penduduk makkah, madinah yang menguasai makkah, madinah muslimin, jadi tidak seperti palestina, kalau palestina kan yahudi non muslim, tapi muslimin yang sudah di isyaratkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sudah tau tempatnya madinah dan makkah akan menjadi seperti itu, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dirwiyatkan pada Shahih Bukhari : aku tidak takut syirik menimpa kalian, maka kultus, ziarah syirik, tawasul syirik, Rasul sudah jawab aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, apa yang di takuti Rasul ? yang ku takuti kalian saling hantam perebutkan harta jawaban untuk penduduk makkah dan madinah dan negerinya, apa ? Allah tidak takut kemusyrikan-kemusyrikan yang kalian takutkan,Rasul sudah katakan: “aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang ku takutkan kalian perebutan harta” br/> bawa pasukan 5000, 50.000 dari amerika serikat, pasukan non muslim masuk ke negerinya untuk menghantam muslimin sendiri, dibayarkah orang-orang non muslim untuk menghantam muslim sendiri demi minyak dan demi harta, ini yang ditakutkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. “aku takut kalian saling hantam karna untuk memperebutkan harta” demi minyak dan harta mereka menyewa orang-orang non muslim dengan senjatanya masuk ke Haramain, makkah dan madinah juga untuk menghancurkan saudara musliminnya demi harta, ini yang ditakutkan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin kalau bicara Palestina ya Palestina biasa kita benahi mudah mudahan terbenahi, tapi juga Makkah dan Madinah jangan lupakan karena juga perlu dibenahi, tapi sebelum itu semua diri kita benahi dulu, bangsa kita, kota kita ini acara-acara akbar bukan acara-acara kosong ini jantungnya dunia, negeri muslimin terbesar, jantung dunia adalah Indonesia dan Indonesia ini ibu kotanya Jakarta dan di pulau jawa ini adalah jantungnya habaib di dunia, kenapa jumlah habaib di dunia ini paling banyak di pulau jawa lebih banyak dari hadhramaut, juga para kiyai dan ulama paling banyak di Indonesia lebih dari negeri lainnya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah jadi jantung kekuatan islam ada di Indonesia pusatnya di Jakarta, dan Jakarta semoga terus bangkit. Kita tidak puas kalau 1 juta yang hadir, kita pengen 2 juta yang hadir, sudah 2 juta yang hadir, 3 juta yang hadir di jantung muslimin terbesar di muka bumi, ini yang harus kita benahi dan kita pentingkan.
Allah berfirman dalam hadits qudsiy sebagaimana hadits diatas :“Berinfaklah wahai keturunan adam, Aku akan berinfak pada kalian” ucapan ini tidak perlu saya sarahkan karna sudah kalian pahami, Cuma kita berdoa ‘Wahai Rabbiy kami berinfak kepada orang-orang dari saudara-saudara kami dan engkau “kami bersedekah kepada saudara saudara kami, dan Engkau juga jauh lebih berhak bersedekah kepada kami, karena kami miskin dihadapan Mu, orang terkayapun miskin di hadapan Allah, kita bersedekah tapi kita minta pada yang Maha kaya karena dihadapan yang Maha kaya kita juga orang miskin, kita berinfaq kita minta pada yang Maha kaya berinfak kepada kita, bukan kaya dengan harta tapi dengan permohonan, kemudahan, pemgampunan, rahmat, kasih sayang, hidayah husnul khatimah dari semua yang kita minta.
Hadirin hadirat kita bermunajat kepada Allah Swt sekaligus mendoakan fadhilatussayyid syeckh Muhammad bin Abdullah dari sidney hadir malam ini dan beliau akan berangkat malam ini juga pukul 00.40 keberangkatan pesawatnya dari bandara soekarno hatta, beliau berangkat dengan istri beliau dan bersama istri saya dan anak-anak, mereka tinggal kira-kira 2 bulan disana, saya tetap disini sebenernya hati yang sangat rindu kepada guru mulia ingin jumpa namun acara-acara kita 2 acara akbar di bulan juli ini saya tidak bisa meninggalkan Jakarta, namun karena 3 juli saya mungkin kesingapore hadir haul sekaligus pengobatan insya Allah sorenya sudah pulang karena saya tidak bisa berobat dengan pengobatan yang diminta oleh bagian kedokteran di Indonesia sudah tidak bisa lagi diobati pengobatannya masih kurang yang di tawarkan adalah 1 bulan penuh dalam koma dan saya tidak bisa menerima tawaran itu kalau 1 bulan koma berarti 30 hari yang harus saya korbankan lebih baik bertahan saja semampunya, jadi mohon maaf kalau semalam saya tidak hadir majelis, kemarin malam, berapa malam dalam beberapa minggu tidak hadir majelis, mohon doanya semoga acara kita semakin hari semakin sukses, tanggal 9 sukses, malam isra’ mi’raj dan juga malam 24, tanggal 24 malam 25, malam nisfu sya’ban, bulan juli juga malam selasa malam nishfu sya’ban, bukan disini tidak cukup kalau disini, mau sampe masa kepancoran, insya Allah dimonas tidak ada tempat lain dijakarta lebih luas dari monas, kemarin yang hadir dilaporkan lebih dari, yang hadir di maulid, berarti lebih dari 1 juta muslimin yang hadir itu.
Hadirin hadirat kita turut berpartisipasi dengan segala kemampuan kita :“ Berinfaklah Allah akan berinfak pada kalian” Berinfak itu bukan hanya dengan uang, biasa dengan doa, bisa dengan kepedulian, biasa dengan bantuan lainnya berupa tekhnisi dan lain sebagainya, yang punya mobil ajak teman- temannya, yang punya truk pinjamkan truknya untuk bawa masa demikian.
Hadirin hadirat kita berterima kasih juga kepada polda metro jaya dari Polres, dari Polsek yang turut mengamankan, semoga di amankan oleh Allah subhanahu wata'ala, para Habaib yang mendukung acara-acara kita yang hadir di sini semoga dalam Rahmat dan keberkahan Allah subhanahu wata'ala.
Kita bermunajat kepada Allah agar Allah berinfak kepada kita, dengan segala anugerah yang jauh lebih luas
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
<span>Ucapkanlah bersama-sama</span>
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
113 Alasan Berjilbab
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
1. Menjalankan syi’ar Islam.
2. Berniat untuk ibadah.
3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya,
menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah
beliau
6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
9. Agar kaum wanita menutup auratnya.
10. Bukan karena gaya-gayaan.
11. Bukan karena mengikut trend.
12. Bukan karena berlagak sok suci.
13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .
14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek
nafsu semata.
16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu
semata.
17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.
26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
27. Untuk meninggikan izzah Islam.
28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
29. Jilbab lebih melindungi diri dari godaan pria.
30. Membuat saya lebih merasa aman.
31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
36. Menghindari zina mata dan zina hati.
37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
40. Membuat saya lebih bersahaja.
41. Membuat saya lebih khusyu’.
42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.
44. Mendekatkan saya pada Allah.
45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.
46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.
48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
58. Membedakan diri dari penganut agama lain.
59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
64. Membuat saya terlihat menyenangkan.
65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
66. Tidak terlihat seperti laki-laki.
67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
72. Jodoh merupakan urusan Allah.
73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
74. Memudahkan saya dalam beraktifitas..
75. Membuat lebih mudah bergerak.
76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh
77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang
ketat).
78. Saya tidak suka memakai celana jeans.
79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
80. Menghemat waktu dalam berpakaian.
81. Menghemat waktu dalam berhias.
82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.
89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertentu.
90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
93. Menghindari hidup yang konsumtif.
94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
97. Lebih mudah dalam menabung.
98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari akhir
101. Meneladani Siti Maryam, Ibunda Nabi Isa ‘Alaihi Sallam
102. Menuruti perintah Nabi Isa ‘Alaihi Sallam & para Nabi terdahulu. Berdasar ayat:
103. Memurnikan ajaran yg telah hilang dari ummat terdahulu
104. Melaksanakan perintah tidak hanya dalam Qur'an, tapi juga Taurat, Zabur
(Mazmur) & Injil
105. Membuktikan jika ummat lain telah menghilangkan ajaran para Nabi terdahulu
106. Melindungi diri dari api neraka
107. Menjaga kesucian jiwa orang lain
108. Mengingatkan orang lain pada perintah ALLAH
109. Mengikuti Jalan, Hidup & Kebenaran yg diajarkan oleh Nabi Isa AS
110. Sampai kepada ALLAH melalui jalan Nabi Isa AS yg telah dihilangkan oleh
ummat terdahulu & dimurnikan kembali oleh ALLAH dalam Qur'an melalui Rasulullah
Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam
111. Lebih berharga jika tertutup rapih dibanding dibuka percuma/free untuk
dilihat
112. Hemat & Tabungan dapat digunakan untuk jalan ALLAH
113. memberi contoh baik bagi anak & sekitar
114. What next???
http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg75287.html
1. Menjalankan syi’ar Islam.
2. Berniat untuk ibadah.
3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya,
menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah
beliau
6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
QS.24:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
9. Agar kaum wanita menutup auratnya.
10. Bukan karena gaya-gayaan.
11. Bukan karena mengikut trend.
12. Bukan karena berlagak sok suci.
13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .
14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek
nafsu semata.
16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu
semata.
17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
QS.7 A'raaf:26. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu
pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian
takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari
tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.
26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
27. Untuk meninggikan izzah Islam.
28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
29. Jilbab lebih melindungi diri dari godaan pria.
30. Membuat saya lebih merasa aman.
31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
36. Menghindari zina mata dan zina hati.
37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
40. Membuat saya lebih bersahaja.
41. Membuat saya lebih khusyu’.
42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.
44. Mendekatkan saya pada Allah.
45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.
46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.
48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
58. Membedakan diri dari penganut agama lain.
59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
64. Membuat saya terlihat menyenangkan.
65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
66. Tidak terlihat seperti laki-laki.
67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
72. Jodoh merupakan urusan Allah.
73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
74. Memudahkan saya dalam beraktifitas..
75. Membuat lebih mudah bergerak.
76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh
77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang
ketat).
78. Saya tidak suka memakai celana jeans.
79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
80. Menghemat waktu dalam berpakaian.
81. Menghemat waktu dalam berhias.
82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.
89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertentu.
90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
QS.33 Ahzab:59.Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
93. Menghindari hidup yang konsumtif.
94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
97. Lebih mudah dalam menabung.
98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari akhir
101. Meneladani Siti Maryam, Ibunda Nabi Isa ‘Alaihi Sallam
102. Menuruti perintah Nabi Isa ‘Alaihi Sallam & para Nabi terdahulu. Berdasar ayat:
1 Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan
kepala yang tidak BERTUDUNG, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan
yang dicukur rambutnya.
11:6 Sebab jika perempuan tidak mau MENUDUNGI KEPALANYA, maka haruslah ia juga
menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa
rambutnya digunting atau dicukur, maka HARUSLAH ia menudungi kepalanya.
11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran
dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
11:8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal
dari laki-laki.
11:9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan
diciptakan karena laki-laki.
11:10 Sebab itu, perempuan HARUS MEMAKAI tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
11:11 Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak
ada laki-laki tanpa perempuan.
11:12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula
laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
11:13 Pertimbangkanlah sendiri: PATUTKAH PEREMPUAN BERDOA KEPADA ALLAH DENGAN
KEPALA YG TIDAK BERTUDUNG?
103. Memurnikan ajaran yg telah hilang dari ummat terdahulu
104. Melaksanakan perintah tidak hanya dalam Qur'an, tapi juga Taurat, Zabur
(Mazmur) & Injil
105. Membuktikan jika ummat lain telah menghilangkan ajaran para Nabi terdahulu
106. Melindungi diri dari api neraka
107. Menjaga kesucian jiwa orang lain
108. Mengingatkan orang lain pada perintah ALLAH
109. Mengikuti Jalan, Hidup & Kebenaran yg diajarkan oleh Nabi Isa AS
110. Sampai kepada ALLAH melalui jalan Nabi Isa AS yg telah dihilangkan oleh
ummat terdahulu & dimurnikan kembali oleh ALLAH dalam Qur'an melalui Rasulullah
Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam
111. Lebih berharga jika tertutup rapih dibanding dibuka percuma/free untuk
dilihat
112. Hemat & Tabungan dapat digunakan untuk jalan ALLAH
113. memberi contoh baik bagi anak & sekitar
114. What next???
http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg75287.html
FA'LAM ANNAHU.
Berdzikir sejak dulu dikenal sebagai wahana mendekatkan diri kepada Allah.
Kini dokter spesialis syaraf dari rumah sakit Satyanegara, Sunter, dr. Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan, dzikir mampu menyehatkan syaraf.
Hal itu terbukti setelah ia melakukan penelitian terhadap pasien-pasien yang ia tangani. Ternyata pasien yang suka berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak suka berzikir.
Misalnya, beberapa pasien yang mengalami gangguan syaraf, seperti penderita alzheimer dan stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan dzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid "Laa iIlaaha illallah" dan kalimat istigfar "Astaghfirullah".
Menurutnya, setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan "Laa iIlaaha illallah" dan "Astaghfirullah" dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita.
Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf JAHR yang dapat mengeluarkan CO2 dari otak. Arman menemukan dalam kalimat "Laa Ilaaha Illallah" terdapat huruf Jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf "Lam", dan "Astaghfirullah" terdapat huruf "Ghayn", "Ra", dan dua buah "Lam" sehingga ada empat huruf Jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara diembuskan keluar mulut. Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.
Sehingga, ungkap Arman, dilihat dari tinjauan ilmu syaraf, terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (Makharij Al-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan keluar yang mengandung zat CO2 (karbondiokida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang ...
Wallahu 'alam bishawab...
Kini dokter spesialis syaraf dari rumah sakit Satyanegara, Sunter, dr. Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan, dzikir mampu menyehatkan syaraf.
Hal itu terbukti setelah ia melakukan penelitian terhadap pasien-pasien yang ia tangani. Ternyata pasien yang suka berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak suka berzikir.
Misalnya, beberapa pasien yang mengalami gangguan syaraf, seperti penderita alzheimer dan stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan dzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid "Laa iIlaaha illallah" dan kalimat istigfar "Astaghfirullah".
Menurutnya, setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan "Laa iIlaaha illallah" dan "Astaghfirullah" dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita.
Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf JAHR yang dapat mengeluarkan CO2 dari otak. Arman menemukan dalam kalimat "Laa Ilaaha Illallah" terdapat huruf Jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf "Lam", dan "Astaghfirullah" terdapat huruf "Ghayn", "Ra", dan dua buah "Lam" sehingga ada empat huruf Jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara diembuskan keluar mulut. Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.
Sehingga, ungkap Arman, dilihat dari tinjauan ilmu syaraf, terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (Makharij Al-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan keluar yang mengandung zat CO2 (karbondiokida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang ...
Wallahu 'alam bishawab...
ISTIGHFAR DAN DZIKRULLAH SENJATA MUKMIN MELAWAN SYAITAN
Hadits riwayat Imam Hakim dari Abi Said ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,"Sesungguhnya syiatan berkata,'Demi kemuliaan-MuWahai Tuhanku, tidak henti2nya aku akan menyesatkan hamba2-Mu selama ruh mereka ada didalam jasad mereka.' Lalu Tuhan Yang maha Luhur berfirman,"Demi kemulian dan keagunagan-Ku, Aku tidak henti2nya mengampuni mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku."
Wahai saudaraku seiman begitulah sumpah iblis dan bala tentaranya akan senantiasa berusaha dengan segala upaya untuk menjerumus kan bani Adam selagi hayat dikandung badan. Untuk upaya2 tersebut banyak digunakan umpan2 yg amat menggiurkan. Jika melalui nafsu syahwat farji, syaitan akan menampakkan perbuatan mesum, perselingkuhan, zina dan sex bebas dan gaya hidup modern yg tak terkendali dianggap biasa dan wajar. Jika menyakut harta benda, syaitan akan menggiringnya melalui tamak dan rakus, sehingga banyak manusia menjadi lupa daratan, dalam hal mencari kekayaan tersebut dengan berbagai macam cara, tidak lagi menghiraukan norma agama. Jika melalui pangkat dan jabatan, maka syaitan terus mengiming-imingi dengan nikmatnya suatu jabatan dan kekuasaan, sehingga manusia rela melakukan apa saja, saling sikut menyikut sesama eman, saling fitnah, mendatangi paranormal an suap menyuap semuanya dilakukan yg penting posisi yg diidam2kannya tercapai.
Semua perbuatan itu telah direkayasa sedemikian rupa sebagai pengait (umpan) sehingga, kebanyakan bani Adam banyak yg tergelincir, terpedaya dan terkelabui oleh muslihat tersbut, disadari maupun tidak.
Sesungguhnya Rasulullah saw. pada malam diisra'kan melewati Ibrahim yg kemudian bertanya,"Siapakah yg bersama kamu, wahai jibril?" Jibril menjawab"Ini Muhammad."Lalu Ibrahim berkata kepada Muhammad,"Perintahkan kepada umatmu agar mereka memperbanyak tanaman syurga. Sesungguhnya debunya suci dan tanahnya luas." Rasulullah Saw. bertanya,"Apakah tanaman syurga itu?" Ibrahim menjawab,"La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dg pertolongan Allah."(Imam Ahmad).
Hadits lain yg diriwayatkan oleh Imam Ath thabrani, bersumber dari Ibnu umar, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,"Perbanyaklah tanaman syurga. Sesungguhnya surga itu manis airnya. Bagus tanahnya, maka perbanyaklah tanamananya." Mereka bertanya,"Wahai rasulullah, apakah tanamannya?" Nabi menjawab,"Masya Allah la haula wala quwwata illa billah."(Sesuatu yg dikehendaki Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Berkata Wuahaib bin Al-Warad,"Sampailah berita kepada kita bahwa iblis pernah menjelma kepada yahya bin Zakariya as. dan berkata kepada Yahya,"Sesungguhnya aku datang hendak memberi nasehat kepadamu." Kata nabi Yahya as.,"Aku tidak perlu dengan nasehatmu, tetapi beri tahulah aku ari hal manusia(bani Adam)." Kata iblis,"Menurut kami manusia itu ada tiga(3) macam : Yang pertama, dari manusia itu ialah yg paling hebat atas kami. Kami atang kepada salah seorang dari mereka, hingga kami dapat menggodanya dan godaan kami berhasil, lantas ia berlindung diri kepada istighfar(mohon ampun) dan taubat, maka rusaklah segala sesuatu yg kami dapatkan daripadanya kemudian kami kembali menggodanya dan ia kembali kepada istighfar dan taubat. kami tidak putus asa menggodanya akan tetapi kami tidak mendapat hajat kami darinya, bahkan kami selalu mendapat kesukaran darinya. Adapun manusia macam kedua, mereka ditangan kami sebagaimana bola ada ditangan anak2. Kami bolak-balikkan mereka sekehandak kami. Cukuplah mereka bagi kami. Manusia macam ketiga, itu seperti engkau(Yahya), mereka terlindung dari dosa, sehingga kami tidak bisa berbuat apa2 terhadap mereka."
Wahai saudaraku seiman, pengalaman Nai Yahya As. tersebut hendaknya kita selalu ingat dzikrullah, dan perbanyaklah istighfar, dalam kondisi bagaimanapun, semakin banyak kita berdzikir dan beristighfar, akan sangat berguna dialam kubur. Allah berfirman."Wahai orang beriman, bertaubatlah kalian semua kepada Allah dengan taubatan nasuha.(SQ.66 :8)
Diriwayatkan melalui Hasan ra. dia berkaa,"Ketika Allah menerima taubatnya Nabi Adam As. para malaikat ikut berbahagia, bahkan malaikat Jibril dan Mikail memberi salam kepada Adam As.."Hai Adam, semoga kedua matamu memencarkan kegembiraan karena Allah menerima taubatmu." Adam as. menjawab,"Wahai Jibri, andaikan setelah penerimaan taubat ini ada pertanyaan, maka dimanakah tempatku."
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya,"Wahai Adam, engkau sama dengan telah mewariskan rasa keletihan dan kesusahan pada anak keturunanmu, juga mewariskan taubat kepada mereka. Barangsiapa diantara mereka berdo'a kepada-Ku tentu Aku kabulkan sebagai mana Aku mengabulkanmu. Dan barangsiapa yg mohon ampun pada-Ku, Aku tidak akan kikir kepadanya, sebab Aku adalah Tuhan yg dekat dan mengabulkan. wahai Adam, Aku sudah mengumpulkan orang2 ahli taubat dari kuburan mereka dg rasa gembira dan tawa, dimana doa mereka selalu dikabulkan."
Imam az Zindusi mendengar pengajian Imam Muhammad ibn abdillah ibn al Fadhal tentang kisah dari imam al Auza'i. Maissarah ibn Khunais - demikain kisah Al-Auza'i - berjalan suatu saat dipekuburan. Ia mengucapkan salam kepada ahli kubur,"Assalamu'alaikum ya ahlal kubur. Kalian semua bagi kami telah dahulu, sedang kami bagi kalian masih tertinggal. Semoga Allah mengasihi kami dan kalian, serta mengampuni semua dosa yg kita perbuat. Semoga Allah memberkahi perjalanan kearah tujuan yg kalian telah tempuh."
Tiba2 Allah mengembalikan sebuah ruh kepada salah seorang penghuni alam barzakh tersebut. Maka ia pun menjawab ucapan selamat Maisarah tadi,"Sungguh bahagia kalian wahai penghuni dunia, yg sempat menunaikan ibadah haji empat kali sebulan."
"Lho! Bagaimana mungkin kami berhaji empat kali dalam sebulan." Tanya Maisarah."Semoga Allah menyertakan rahmat-Nya buatmu."
"Jum'at," jawab penghuni alam barzakh."Tidak tahukah kalian bahwa ibadah Ju'at adalah amal ibadah haji yg mabrur."
Maisarah bertanya,"Amalan apakah yg paling bermanfaat dikehidupan akhirat kelak."
"Istighfar, wahai penghuni dunia. Istighfar itulah yg paling bermanfaat di kehidupan akhirat kelak."
"Sampaikah salam kami kepada kalian di Kubur.?" tanya Maisarah.
"Salam adalah perbuatan baik. Bagi kami yg mati perbuatan baik telah lewat. Tidak ada kebajikan lagi yg menambah amal kami, tidak ada tambahan dosa lagi setelah kami mati. Sungguh, kami sangat bahagia jika kalian mengucapkan kepada kami,"Semoga Allah menyayangi hamba yg telah mati."
Mengamati kisah diatas, kita dianjurkan banyak2 beristighfar dan memperbanyak do'a bagi orang2 yg telah mendahului kita.
Wahai saudaraku seiman begitulah sumpah iblis dan bala tentaranya akan senantiasa berusaha dengan segala upaya untuk menjerumus kan bani Adam selagi hayat dikandung badan. Untuk upaya2 tersebut banyak digunakan umpan2 yg amat menggiurkan. Jika melalui nafsu syahwat farji, syaitan akan menampakkan perbuatan mesum, perselingkuhan, zina dan sex bebas dan gaya hidup modern yg tak terkendali dianggap biasa dan wajar. Jika menyakut harta benda, syaitan akan menggiringnya melalui tamak dan rakus, sehingga banyak manusia menjadi lupa daratan, dalam hal mencari kekayaan tersebut dengan berbagai macam cara, tidak lagi menghiraukan norma agama. Jika melalui pangkat dan jabatan, maka syaitan terus mengiming-imingi dengan nikmatnya suatu jabatan dan kekuasaan, sehingga manusia rela melakukan apa saja, saling sikut menyikut sesama eman, saling fitnah, mendatangi paranormal an suap menyuap semuanya dilakukan yg penting posisi yg diidam2kannya tercapai.
Semua perbuatan itu telah direkayasa sedemikian rupa sebagai pengait (umpan) sehingga, kebanyakan bani Adam banyak yg tergelincir, terpedaya dan terkelabui oleh muslihat tersbut, disadari maupun tidak.
Sesungguhnya Rasulullah saw. pada malam diisra'kan melewati Ibrahim yg kemudian bertanya,"Siapakah yg bersama kamu, wahai jibril?" Jibril menjawab"Ini Muhammad."Lalu Ibrahim berkata kepada Muhammad,"Perintahkan kepada umatmu agar mereka memperbanyak tanaman syurga. Sesungguhnya debunya suci dan tanahnya luas." Rasulullah Saw. bertanya,"Apakah tanaman syurga itu?" Ibrahim menjawab,"La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dg pertolongan Allah."(Imam Ahmad).
Hadits lain yg diriwayatkan oleh Imam Ath thabrani, bersumber dari Ibnu umar, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,"Perbanyaklah tanaman syurga. Sesungguhnya surga itu manis airnya. Bagus tanahnya, maka perbanyaklah tanamananya." Mereka bertanya,"Wahai rasulullah, apakah tanamannya?" Nabi menjawab,"Masya Allah la haula wala quwwata illa billah."(Sesuatu yg dikehendaki Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Berkata Wuahaib bin Al-Warad,"Sampailah berita kepada kita bahwa iblis pernah menjelma kepada yahya bin Zakariya as. dan berkata kepada Yahya,"Sesungguhnya aku datang hendak memberi nasehat kepadamu." Kata nabi Yahya as.,"Aku tidak perlu dengan nasehatmu, tetapi beri tahulah aku ari hal manusia(bani Adam)." Kata iblis,"Menurut kami manusia itu ada tiga(3) macam : Yang pertama, dari manusia itu ialah yg paling hebat atas kami. Kami atang kepada salah seorang dari mereka, hingga kami dapat menggodanya dan godaan kami berhasil, lantas ia berlindung diri kepada istighfar(mohon ampun) dan taubat, maka rusaklah segala sesuatu yg kami dapatkan daripadanya kemudian kami kembali menggodanya dan ia kembali kepada istighfar dan taubat. kami tidak putus asa menggodanya akan tetapi kami tidak mendapat hajat kami darinya, bahkan kami selalu mendapat kesukaran darinya. Adapun manusia macam kedua, mereka ditangan kami sebagaimana bola ada ditangan anak2. Kami bolak-balikkan mereka sekehandak kami. Cukuplah mereka bagi kami. Manusia macam ketiga, itu seperti engkau(Yahya), mereka terlindung dari dosa, sehingga kami tidak bisa berbuat apa2 terhadap mereka."
Wahai saudaraku seiman, pengalaman Nai Yahya As. tersebut hendaknya kita selalu ingat dzikrullah, dan perbanyaklah istighfar, dalam kondisi bagaimanapun, semakin banyak kita berdzikir dan beristighfar, akan sangat berguna dialam kubur. Allah berfirman."Wahai orang beriman, bertaubatlah kalian semua kepada Allah dengan taubatan nasuha.(SQ.66 :8)
Diriwayatkan melalui Hasan ra. dia berkaa,"Ketika Allah menerima taubatnya Nabi Adam As. para malaikat ikut berbahagia, bahkan malaikat Jibril dan Mikail memberi salam kepada Adam As.."Hai Adam, semoga kedua matamu memencarkan kegembiraan karena Allah menerima taubatmu." Adam as. menjawab,"Wahai Jibri, andaikan setelah penerimaan taubat ini ada pertanyaan, maka dimanakah tempatku."
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya,"Wahai Adam, engkau sama dengan telah mewariskan rasa keletihan dan kesusahan pada anak keturunanmu, juga mewariskan taubat kepada mereka. Barangsiapa diantara mereka berdo'a kepada-Ku tentu Aku kabulkan sebagai mana Aku mengabulkanmu. Dan barangsiapa yg mohon ampun pada-Ku, Aku tidak akan kikir kepadanya, sebab Aku adalah Tuhan yg dekat dan mengabulkan. wahai Adam, Aku sudah mengumpulkan orang2 ahli taubat dari kuburan mereka dg rasa gembira dan tawa, dimana doa mereka selalu dikabulkan."
Imam az Zindusi mendengar pengajian Imam Muhammad ibn abdillah ibn al Fadhal tentang kisah dari imam al Auza'i. Maissarah ibn Khunais - demikain kisah Al-Auza'i - berjalan suatu saat dipekuburan. Ia mengucapkan salam kepada ahli kubur,"Assalamu'alaikum ya ahlal kubur. Kalian semua bagi kami telah dahulu, sedang kami bagi kalian masih tertinggal. Semoga Allah mengasihi kami dan kalian, serta mengampuni semua dosa yg kita perbuat. Semoga Allah memberkahi perjalanan kearah tujuan yg kalian telah tempuh."
Tiba2 Allah mengembalikan sebuah ruh kepada salah seorang penghuni alam barzakh tersebut. Maka ia pun menjawab ucapan selamat Maisarah tadi,"Sungguh bahagia kalian wahai penghuni dunia, yg sempat menunaikan ibadah haji empat kali sebulan."
"Lho! Bagaimana mungkin kami berhaji empat kali dalam sebulan." Tanya Maisarah."Semoga Allah menyertakan rahmat-Nya buatmu."
"Jum'at," jawab penghuni alam barzakh."Tidak tahukah kalian bahwa ibadah Ju'at adalah amal ibadah haji yg mabrur."
Maisarah bertanya,"Amalan apakah yg paling bermanfaat dikehidupan akhirat kelak."
"Istighfar, wahai penghuni dunia. Istighfar itulah yg paling bermanfaat di kehidupan akhirat kelak."
"Sampaikah salam kami kepada kalian di Kubur.?" tanya Maisarah.
"Salam adalah perbuatan baik. Bagi kami yg mati perbuatan baik telah lewat. Tidak ada kebajikan lagi yg menambah amal kami, tidak ada tambahan dosa lagi setelah kami mati. Sungguh, kami sangat bahagia jika kalian mengucapkan kepada kami,"Semoga Allah menyayangi hamba yg telah mati."
Mengamati kisah diatas, kita dianjurkan banyak2 beristighfar dan memperbanyak do'a bagi orang2 yg telah mendahului kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)