Senin, 27 September 2010

ISTIGHFAR DAN DZIKRULLAH SENJATA MUKMIN MELAWAN SYAITAN

Hadits riwayat Imam Hakim dari Abi Said ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,"Sesungguhnya syiatan berkata,'Demi kemuliaan-MuWahai Tuhanku, tidak henti2nya aku akan menyesatkan hamba2-Mu selama ruh mereka ada didalam jasad mereka.' Lalu Tuhan Yang maha Luhur berfirman,"Demi kemulian dan keagunagan-Ku, Aku tidak henti2nya mengampuni mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku."
Wahai saudaraku seiman begitulah sumpah iblis dan bala tentaranya akan senantiasa berusaha dengan segala upaya untuk menjerumus kan  bani Adam selagi hayat dikandung badan. Untuk upaya2 tersebut banyak digunakan umpan2 yg amat menggiurkan. Jika melalui nafsu syahwat farji, syaitan akan menampakkan perbuatan mesum, perselingkuhan, zina dan sex bebas dan gaya hidup modern yg tak terkendali dianggap biasa dan wajar. Jika menyakut harta benda, syaitan akan menggiringnya melalui tamak dan rakus, sehingga banyak manusia menjadi lupa daratan, dalam hal mencari kekayaan tersebut dengan berbagai macam cara, tidak lagi menghiraukan norma agama. Jika melalui pangkat dan jabatan, maka syaitan terus mengiming-imingi dengan nikmatnya suatu jabatan dan kekuasaan, sehingga manusia rela melakukan apa saja, saling sikut menyikut sesama eman, saling fitnah, mendatangi paranormal an suap menyuap semuanya dilakukan yg penting posisi yg diidam2kannya tercapai.
Semua perbuatan itu telah direkayasa sedemikian rupa sebagai pengait (umpan) sehingga, kebanyakan bani Adam banyak yg tergelincir, terpedaya dan terkelabui oleh muslihat tersbut, disadari maupun tidak.

Sesungguhnya Rasulullah saw. pada malam diisra'kan melewati Ibrahim yg kemudian bertanya,"Siapakah yg bersama kamu, wahai jibril?" Jibril menjawab"Ini Muhammad."Lalu Ibrahim berkata kepada Muhammad,"Perintahkan kepada umatmu agar mereka memperbanyak tanaman syurga. Sesungguhnya debunya suci dan tanahnya luas." Rasulullah Saw. bertanya,"Apakah tanaman syurga itu?" Ibrahim menjawab,"La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dg pertolongan Allah."(Imam Ahmad).

Hadits lain yg diriwayatkan oleh Imam Ath thabrani, bersumber dari Ibnu umar, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,"Perbanyaklah tanaman syurga. Sesungguhnya surga itu manis airnya. Bagus tanahnya, maka perbanyaklah tanamananya." Mereka bertanya,"Wahai rasulullah, apakah tanamannya?" Nabi menjawab,"Masya Allah la haula wala quwwata illa billah."(Sesuatu yg dikehendaki Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Berkata Wuahaib bin Al-Warad,"Sampailah berita kepada kita bahwa iblis pernah menjelma kepada yahya bin Zakariya as. dan berkata kepada Yahya,"Sesungguhnya aku datang hendak memberi nasehat kepadamu." Kata nabi Yahya as.,"Aku tidak perlu dengan nasehatmu, tetapi beri tahulah aku ari hal manusia(bani Adam)." Kata iblis,"Menurut kami manusia itu ada tiga(3) macam : Yang pertama, dari manusia itu ialah yg paling hebat atas kami. Kami atang kepada salah seorang dari mereka, hingga kami dapat menggodanya dan godaan kami berhasil, lantas ia berlindung diri kepada istighfar(mohon ampun) dan taubat, maka rusaklah segala sesuatu yg kami dapatkan daripadanya kemudian kami kembali menggodanya dan ia kembali kepada istighfar dan taubat. kami tidak putus asa menggodanya akan tetapi kami tidak mendapat hajat kami darinya, bahkan kami selalu mendapat kesukaran darinya. Adapun manusia macam kedua, mereka ditangan kami sebagaimana bola ada ditangan anak2. Kami bolak-balikkan mereka sekehandak kami. Cukuplah mereka bagi kami. Manusia macam ketiga, itu seperti engkau(Yahya), mereka terlindung dari dosa, sehingga kami tidak bisa berbuat apa2 terhadap mereka."
Wahai saudaraku seiman, pengalaman Nai Yahya As. tersebut hendaknya kita selalu ingat dzikrullah, dan perbanyaklah istighfar, dalam kondisi bagaimanapun, semakin banyak kita berdzikir dan beristighfar, akan sangat berguna dialam kubur. Allah berfirman."Wahai orang beriman, bertaubatlah kalian semua kepada Allah dengan taubatan nasuha.(SQ.66 :8)

Diriwayatkan melalui Hasan ra. dia berkaa,"Ketika Allah menerima taubatnya Nabi Adam As. para malaikat ikut berbahagia, bahkan malaikat Jibril dan Mikail memberi salam kepada Adam As.."Hai Adam, semoga kedua matamu memencarkan kegembiraan karena Allah menerima taubatmu." Adam as. menjawab,"Wahai Jibri, andaikan setelah penerimaan taubat ini ada pertanyaan, maka dimanakah tempatku."
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya,"Wahai Adam, engkau sama dengan telah mewariskan rasa keletihan dan kesusahan pada anak keturunanmu, juga mewariskan taubat kepada mereka. Barangsiapa diantara mereka berdo'a kepada-Ku tentu Aku kabulkan sebagai mana Aku mengabulkanmu. Dan barangsiapa yg mohon ampun pada-Ku, Aku tidak akan kikir kepadanya, sebab Aku adalah Tuhan yg dekat dan mengabulkan. wahai Adam, Aku sudah mengumpulkan orang2 ahli taubat dari kuburan mereka dg rasa gembira dan tawa, dimana doa mereka selalu dikabulkan."

Imam az Zindusi mendengar pengajian Imam Muhammad ibn abdillah ibn al Fadhal tentang kisah dari imam al Auza'i. Maissarah ibn Khunais - demikain kisah Al-Auza'i - berjalan suatu saat dipekuburan. Ia mengucapkan salam kepada ahli kubur,"Assalamu'alaikum ya ahlal kubur. Kalian semua bagi kami telah dahulu, sedang kami bagi kalian masih tertinggal. Semoga Allah mengasihi kami dan kalian, serta mengampuni semua dosa yg kita perbuat. Semoga Allah memberkahi perjalanan kearah tujuan yg kalian telah tempuh."
Tiba2 Allah mengembalikan sebuah ruh kepada salah seorang penghuni alam barzakh tersebut. Maka ia pun menjawab ucapan selamat Maisarah tadi,"Sungguh bahagia kalian wahai penghuni dunia, yg sempat menunaikan ibadah haji empat kali sebulan."
"Lho! Bagaimana mungkin kami berhaji empat kali dalam sebulan." Tanya Maisarah."Semoga Allah menyertakan rahmat-Nya buatmu."
"Jum'at," jawab penghuni alam barzakh."Tidak tahukah kalian  bahwa ibadah Ju'at adalah amal ibadah haji yg mabrur."
Maisarah bertanya,"Amalan apakah yg paling bermanfaat dikehidupan akhirat kelak."
"Istighfar, wahai penghuni dunia. Istighfar itulah yg paling bermanfaat di kehidupan akhirat kelak."
"Sampaikah salam kami kepada kalian di Kubur.?" tanya Maisarah.
"Salam adalah perbuatan baik. Bagi kami yg mati perbuatan baik telah lewat. Tidak ada kebajikan lagi yg menambah amal kami, tidak ada tambahan dosa lagi setelah kami mati. Sungguh, kami sangat bahagia jika kalian mengucapkan kepada kami,"Semoga Allah menyayangi hamba yg telah mati."
Mengamati kisah diatas, kita dianjurkan banyak2 beristighfar dan memperbanyak do'a bagi orang2 yg telah mendahului kita.

0 komentar:

Poskan Komentar

frendika pratama. Diberdayakan oleh Blogger.